Akankah Gunung Berapi Terbesar Di Dunia Meletus?

Gunung berapi di Yellowstone National Park, di kawasan barat laut Wyoming, Amerika Serikat, akhir-akhir ini menunjukkan aktivitas yang tidak lazim. Menurut catatan United States Geological Survey, dataran di kawasan itu telah naik dengan kecepatan tiga inchi atau sekitar 7,6 sentimeter per tahun dalam jangka waktu tiga tahun terakhir. Pertumbuhan tersebut adalah yang tertinggi sejak mulai dicatat pada tahun 1923.

Sebagaimana diberitakan DailyMail yang mengutip pernyataan seorang  profesor geofisika dari University of Utah, Robert Smith bahwa pertumbuhan ketinggian tersebut sangat tidak lazim karena terjadi di kawasan yang sangat luas dan pada kecepatan yang sangat tinggi.

Awalnya dikhawatirkan bahwa fenomena ini akan menjurus ke meletusnya gunung tersebut. Namun demikian, didapati bahwa ternyata magma di bawah kawasan itu kini berada di kedalaman 10 kilometer, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Akan tetapi jika magma terus naik hingga hanya 2 sampai dengan 3 kilometer dari permukaan tanah, saat itulah warga AS baru merasa betul-betul khawatir. Sebagaimana diketahui, gunung di Yellowstone National Park pernah dua kali meletus secara dahsyat sekitar 1,3 juta tahun lalu dan sekitar 642 ribu tahun lalu. Terakhir kali meletus, Gunung itu memuntahkan debu sampai ketinggian 30 ribu kaki atau sekitar 9.100 meter dan sehingga debunya telah menutup kawasan mulai dari barat Amerika Serikat hingga Teluk Meksiko.

Para peneliti memprediksi, jika fenomena kenaikan permukaan tanah di kawasan tersebut berlanjut, gunung berapi super ini berpotensi meletus dalam waktu dekat. Jika sampai meletus, maka dua per tiga bagian dari Amerika Serikat tidak akan lagi dapat dihuni.

Amat disayangkan karena kurangnya data yang dimiliki dari letusan terakhir, peneliti tidak dapat memperkirakan kapan bencana alam berikutnya akan terjadi. Dan yang pasti, letusan dahsyat gunung ini bakal membuat letusan gunung Eyjafjallajokull di Islandia pada April 2010 lalu yang sempat merusak jadwal penerbangan di seluruh dunia menjadi tampak sangat kecil skalanya.

Pos ini dipublikasikan di Sains dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s