Jika Krakatau Meletus Lagi

Cahaya oranye terang menyeburkan lava ke udara, asap hitam bercampur dengan awan di malam yang suram terberkas suatu cahaya merah terang.

Menjulang 1.200 kaki di atas keheningan tropis  Selat Sunda di Indonesia, salah satu gunung berapi yang paling mengerikan di dunia yang pernah dikenal telah mulai bangkit lagi.

Hampir 128 tahun hingga hari ini sejak Krakatau pertama menunjukkan tanda-tanda letusan,  gambar-gambar yang menakjubkan yang dirilis membuktikan bahwa sisa-sisa dari gunung ini sekali-sekali bergejolak, mendidih dan meluap atas.

Dengan kekuatan ledakan 13.000 kali kekuatan ledakan bom atom Hiroshima, letusan Krakatau 1883 menewaskan lebih dari 36.000 orang dan mengakibatkan cuaca dan suhu global berubah secara radikal selama bertahun-tahun sesudahnya.

Letusan itu begitu dashyat dan mengerikan. Tidak ada gunung berapi aktif di zaman modern dapat menyainginya, bahkan tidak pula letusan Gunung St Helens yang spektakuler di Amerika Serikat pada 1980.  Sekarang, hampir satu abad setengah sesudahnya, akankah kita mengalami kengerian Krakatau sekali lagi?

‘Prediksi aktifitas Vulkanik semakin meningkat, “kata Profesor Jon Davidson, ketua Earth Science di Durham University dan volcanologist yang telah mempelajari Krakatau secara langsung . Kita tidak akan pernah mampu sepenuhnya memprediksi letusan besar dan tidak biasa, karena Gunung itu memang tidak biasa.

Namun tidak ada sedikitpun keraguan bahwa jika Krakatau meletus kembali dengan kekuatan dan kengerian seperti itu, dampaknya akan jauh lebih menghancurkan daripada yang dialami pada abad ke-19.

krakatau_2
Catatan resmi menunjukkan waktu yang letusan 1883, bersama dengan tsunami besar yang dihasilkannya, menghancurkan 165 desa dan kota, dan 132 lainnya rusak berat serta menewaskan 36.417 orang sekaligus.

Hampir 150 tahun kemudian, daerah dimana Krakatau terletak yaitu antara pulau Jawa dan Sumatra di kepulauan Indonesia lebih padat penduduknya, dengan para petani tertarik untuk hidup diatas tanah vulkanik yang subur dan kaya tersebut. Hal ini tidak dapat terbayangkan bahwa ratusan ribu orang akan tewas jika Gunung itu meletus kembali.

Krakatau memiliki pengaruh luar biasa pada planet ini. Rata-rata suhu global setelah letusan turun 1,2 derajat Celcius  sebagai akibat dari sejumlah besar belerang dioksida dipompa ke atmosfer sehingga mengakibatkan awan yang memantulkan kembali sejumlah besar cahaya yang masuk dari matahari.

Seorang ilmuwan, astronom dan ahli gunung berapi, Fulle yang memotret komet dan gunung berapi selama bertahun-tahun. Setelah berbulan-bulan menghabiskan waktunya membangun gambar portofolionya yang ditempatkan untuk menangkap kemarahan dan teror dari raksasa ini.

Ledakan gunung berapi ini akan mengulangi kedahsyatannya seperti pada tahun 1883 . Begitu menurut pendapatnya. Krakatau baru akan menjadi sangat berbahaya lagi jika mencapai ukuran seperti pada tahun 1883. Pada saat itu tingginya dua kali lebih dari tinggi sekarang.

Meskipun optimisme ini, tidak ada jaminan bahwa letusan lain tidak akan terjadi lebih cepat. Saat itu pagi hari tanggal 20 Mei 1883, ketika sebuah kapal Jerman, Elizabeth, melaporkan melihat gumpalan abu dan asap vulkanik naik tujuh mil di atas pulau Krakatau.

Sudah dua abad setelah terjadi letusan yang hepat. Selama bulan-bulan berikutnya asap, suara dan hembusan abu terus berlanjut semakin jauh sehingga  mendorong penduduk setempat untuk mengevakuasi daerah tersebut.

krakatau
Itu semua berubah hanya setelah tengah hari pada tanggal 26 Agustus, ketika  serangkaian ledakan besar pertama melemparkan puing-puing sejauh 22 mil ke udara. Kemudian pada pukul 05:30 hari berikutnya, empat letusan besar menenggelamkan dua pertiga dari pulau ke laut.

Campuran magma dan air laut yang membuat letusan menjadi ledakan. Udara memberikan ruang magma dan menghasilkan letusan dahsyat yang menjadikan pulau dan daratan disekitarnya menjadi hancur.

Lima kilometer kubik batu apung, abu dan batuan dimuntahkan keluar, sedangkan mega letusannya sangat keras bahkan terdengar lebih dari 1.900 mil jauhnya di Perth di Australia Barat, dan lebih dari 4.500 mil jauhnya di Sri Lanka.

Awalnya tinggi krakatau 2.667 kaki, setelahnya Krakatau runtuh menjadi 820 kaki di bawah permukaan laut. Sekitar 4.500 orang tewas dan sejumlah desa-desa hancur, tetapi jauh lebih dahsyat adalah tsunami dengan tinggi 130 kaki yang menyusul sesudahnya.

Di Jawa, gelombang menyebar dengan cepat ke pedalaman. Lima mil dari pantai dekat kota Merak, satu korban menggambarkan saat gelombang menghantam pada hari Senin pagi. “Kami melihat benda hitam besar datang ke arah kami,” katanya. “Itu sangat tinggi, dan kami segera melihat bahwa itu adalah air. Pepohonan dan rumah-rumah hanyut. Semua orang terburu-buru untuk mendaki disatu tempat tertentu yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan kelompok besar, dan satu demi satu mereka disapu ke bawah dan terbawa oleh air dengan cepat. ”

Lebih dari 90 persen dari korban Krakatau tewas dalam tsunami. Pada tahun-tahun setelah letusan, daerah sekitar Krakatau tenang. Namun, pada tahun 1927, uap dan batu terlihat menggelegak jauh di air, dan segera Anak Krakatau mulai muncul dan naik di atas laut.

Pada bulan November 2007, gunung berapi itu mulai meletus lagi, tetapi masyarakat mengira mereka telah lolos dari potensi bencana lain ketika semuanya berjalan tenang tahun lalu.

Namun beberapa waktu terakhir, Anak Krakatau mulai bergemuruh lagi. Letusan-letusannya telah menjadi begitu insentif dengan mengeluarkan debu vulkanik serta pijaran lava diatas puncaknya.

Beberapa ahli, seperti Profesor Davidson, yang skeptis bahwa letusan besar akan segera terjadi lagi. “Magma yang dihasilkan tidak cukup”, katanya. Daripada membuat berbagai prediksi mengenai hal tersebut, itu adalah tanggung jawab para ilmuwan untuk melakukan apa yang mereka bisa untuk meminimalkan risiko bagi orang-orang yang hidup dekat gunung tersebut apabila bencana letusan terjadi. Itu adalah suatu hal yang lebih baik. ”

Masyarakat di Selat Sunda hanya bisa berharap dan berdoa bahwa, kali ini, prediksi para ilmuwan benar.

Pos ini dipublikasikan di Ragam dan tag , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Jika Krakatau Meletus Lagi

  1. ito berkata:

    pertamaxx mas andiq😀
    wah saya berharap jangan meletus lah ..sudah cukup merapi saja..hehe
    sukses selalu mas !

  2. Bolehlah meletus, tapi dikit-dikit aja🙂

  3. Ieckoo berkata:

    ya moga2 aja g’ meletus lagi,,,,,,
    soal’y udh bnyak korban yg menderita……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s