Seberapa Seringkah Kita Menolak Keberuntungan?

Pada suatu hari di tahun 1998, dua orang pria tampak sedang terlibat percakapan serius.

“Jadi anda membutuhkan seorang juru masak?” tanya salah satu dari pria tersebut. Sepertinya ia seorang juru masak.

“Kami akan menjadi sebuah perusahaan dengan puluhan ribu karyawan. Ya, kami membutuhkan seorang juru masak”. Jawab pria yang satunya.

“Tapi dapurpun anda belum punya”. Sahut sang juru masak dan kemudian berpamitan pergi.

Hanya berselang delapan bulan, sang juru masak, Charlie Ayers menyesal telah menolak ajakan Sergey Brin salah seorang pendiri Google tersebut. Dan pada saat itu untuk menjadi juru masak di Google, telah harus mengikuti serangkaian tes dan bersaing dengan puluhan juru masak lain tentunya.

Tapi juru masak bukan satu-satunya orang yang telah menolak Google di awal-awal perjuangannya. Yahoo! dan AltaVista, mereka juga telah pernah menolak untuk membeli lisensi teknologi Google. Para investor juga tidak ada yang bersedia memberi modal kepada dua orang mahasiswa dengan mimpi muluk tentang sebuah mesin pencari baru di internet. Apalagi disaat itu Yahoo! dan AltaVista telah lama eksis.

Penolakan-penolakan dari berbagai pihak dan selama berbulan-bulan inilah yang membuat Larry Page dan Sergey Brin (The Google Guys) meninggalkan bangku kuliah dan meneruskan membangun mimpi mereka.

Sekarang saham Google telah mencapai harga jutaan rupiah per lembarnya.

Charlie Ayers, Yahoo!, AltaVista dan para investor tidak dapat seluruhnya disalahkan karena telah pernah menolak Google, kita mungkinpun akan demikian.

Kenapa?  Karena kita tidak dapat melihat masa depan!

Namun bagi Larry Page dan Sergey Brin, masa depan bukan sekedar untuk dilihat-lihat atau diramal-ramal. Masa depan cemerlang hadir karena kita sendiri yang telah merencanakan dan menciptakannya. Berani melalui apapun prosesnya.

“Makin sering anda tersandung, makin besar peluang anda untuk tersandung sesuatu yang berharga”. Demikian kata Sergey Brin.

Orang-orang sukses selalu tahu tujuan dari tiap langkahnya, sedangkan orang-orang gagal tidak tahu arah hidupnya.

Semoga dari kisah diatas  dapat menjadi inspirasi dalam setiap langkah kehidupan dan bisnis anda.

Pos ini dipublikasikan di Inspirasi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s